Jenis – Jenis Investasi yang Populer dan Risikonya

Jenis – Jenis Investasi yang Populer dan Risikonya

 

Beberapa tahun belakangan ini, investasi di Indonesia mengalami peningkatan. Berdasarkan data diambil dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kini telah diubah menjadi Kementerian Investasi mencatatkan realisasi sepanjang 2020 mencapai nilai sebesar Rp 826,3 triliun atau meningkat sebesar  2,1%. Hal tersebut melampaui ekspektasi yang ditetapkan pada tahun 2020 senilai Rp 817,2 triliun.

Faktor kenaikan angka tersebut berkat lingkungan Pasar Modal yang mendukung serta pesatnya kemajuan teknologi, di zaman sekarang ini semua orang ingin berinvestasi dipermudah, hanya dengan duduk santai sambil menggenggam smartphone sudah bisa melakukan transaksi. Bukan hanya itu saja, banyaknya edukasi yang dilakukan melalui sosial media menambah ketertarikan kaum milenial.

Buat yang masih bingung, apa sih investasi itu?. Investasi merupakan suatu kegiatan menanamkan dana atau modal dalam jangka waktu tertentu, dengan maksud pada suatu saat nanti pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut. Namun, sebelum memastikan instrumen investasi yang anda pilih, kenali dulu kekurangan dan kelebihannya.

Dalam artikel ini, grhaproperti akan menjelaskan tentang jenis-jenis investasi beserta risiko dan keuntungannya, berikut adalah daftarnya:

1. Deposito

Membuat rekening deposito di bank merupakan salah satu jenis investasi yang dapat anda pilih, deposito cocok untuk pemula karena risikonya sangat minim. Lalu, jika anda bertanya dalam hati “apa bedanya dengan menabung di rekening biasa?”. Perlu diketahui bahwa terdapat dua ciri pembeda antara deposito dengan tabungan biasa, yakni tingkat bunga dan jatuh tempo.

Terkait bunga, deposito memiliki bunga yang lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa di rekening bank dan deposito mempunyai tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan sebelumnya. Anda tidak dapat mengambil uang yang disimpan dalam Deposito sebelum tanggal jatuh tempo yang sudah ditentukan, jika Anda tetap ingin mencairkan dana tersebut maka akan dikenakan denda atau penalty. Berbeda dengan tabungan, anda bisa ambil kapanpun sesuai dengan keinginan Anda..

2. Obligasi

Merupakan surat utang diterbitkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Berisi janji dari pihak penerbit untuk membayar kewajiban berupa bunga dan melunasi utang pokok, sebelumnya telah ditetapkan pada perjanjian. Imbalan bunga kepada pemegang obligasi berupa kupon.

Pada umumnya obligasi terbagi menjadi 3, yakni :

  • Obligasi Pemerintah

  • Obligasi Korporasi

  • Obligasi Daerah

Obligasi memiliki keuntungan berupa capital gain, dimana para pemegang obligasi akan mendapatkan keuntungan apabila menjual pada harga yang lebih tinggi. Pendapatan secara berkala langsung dikirimkan ke rekening pemegang obligasi sesuai jumlah yang telah disepakati, pencairannya dapat dilakukan setiap waktu sesuai dengan harga pasar dan untuk obligasi pemerintah dapat dijaminkan dari aset pemerintah.

Untuk kekurangannya para pemegang obligasi statusnya hanya sebagai pemberi utang, jadi tidak akan ada dividen yang dibagikan. Sangat minimnya investor yang meminati instrumen ini sehingga susah untuk dijual kembali di pasar sekunder.

3. Emas

Sampai saat ini emas masih banyak diminati oleh banyak kalangan, jenis investasi yang sangat populer dari zaman dahulu. Sangat menarik jika melihat banyaknya metode yang digunakan untuk membeli emas, dimulai dengan emas digital hingga ATM emas. Investasi emas merupakan salah satu instrumen yang likuid, karena dapat dibeli dan dijual kapanpun.

Tentu saja emas memiliki kekurangannya. Pertama, jika anda membeli emas secara fisik maka risiko kehilangannya sangat tinggi. Kedua, kenaikan harga yang lambat membuat instrumen ini cocok untuk jangka panjang.

4. Saham

High risk high return, ungkapan tersebut sepertinya cocok untuk instrumen yang satu ini. Melihat kemungkinan akan didapat antara keuntungan yang sangat besar atau kerugian besar. Jangka waktu instrumen investasi ini cukup fleksibel karena bisa dilakukan dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

Anda dapat menerima dua keuntungan sekaligus yakni, capital gain (keuntungan dari kenaikan harga saham) serta dividen (laba yang diberikan oleh perusahaan kepada pemegang saham). Tentu saja perlu diingat terkait harga saham yang fluktuatif dan bergantung dengan kondisi ekonomi, politik dan faktor-faktor lain.

5. Properti

Jika Anda mempunyai dana lebih, instrumen ini sangat cocok untuk Anda. Seperti diketahui angka pertumbuhan manusia khususnya di Indonesia sangat besar, berkaitan dengan kebutuhan pokok manusia yakni sandang, pangan dan papan. Faktor tersebut menyebabkan banyaknya permintaan akan rumah tinggal.

Ada banyak cara yang digunakan dalam instrumen ini, cara pertama Anda dapat membeli tanah dan membangun bangunan di atasnya atau membeli rumah yang sudah jadi kemudian dijual ketika saat harganya naik di kemudian hari. Cara kedua Anda dapat menyewakannya.

Mengenai profil risikonya, properti memiliki risiko yang terbilang sangat rendah, Anda hanya perlu melakukan perawatan, terkecuali adanya faktor eksternal seperti bencana alam yang membuat properti rusak. Dibalik itu semua properti akan menghasilkan keuntungan yang baik, jika bisa dikelola dengan baik dan tepat.

6. Reksa Dana

Reksa dana merupakan wadah pengelolaan dana/modal bagi para investor dengan cara membeli unit penyertaan reksa dana, umumnya terbagi menjadi 4 yakni:

  • Reksa dana pasar uang

  • Reksa dana pendapatan tetap

  • Reksadana campuran

  • Reksadana saham. 

Setiap reksa dana memiliki risiko berbeda-beda. Instrumen investasi ini cukup menyita perhatian para investor, khususnya para investor pemula. Bagaimana tidak, hanya dengan nominal Rp.10.000 Anda sudah bisa membeli reksa dana. Keuntungan lainnya adalah Anda tidak perlu repot menganalisa satu-persatu obyek reksa dana yang ada, karena itu semua sudah dilakukan dan dikelola oleh Manajer Investasi dan pasti instrumen ini cukup likuid dan bebas pajak.

Hampir sama dengan saham, reksa dana mempunyai risiko terbilang cukup fleksibel, dimulai dari risiko rendah hingga tinggi. Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa reksa dana dikelola oleh Manajer Investasi, dimana dalam setiap kemungkinan dapat terjadi pengingkaran kewajiban yang tidak dipenuhi baik itu sebagian atau secara keseluruhan.

Investasi juga bisa menjadi solusi buat kamu dalam mengelola & meningkatkan keuangan lho, selain itu investasi penting untuk dilakukan sedini mungkin karena dapat menjadi penghasilan tambahan dan menjadi tabungan di hari tua nanti.

Sumber:

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tanggal rilis data 25 Januari 2021

https://www.hsbc.co.id/1/PA_esf-ca-app-content/content/indonesia/personal/offers/news-and-lifestyle/files/articles/html/201906/jenis-jenis-investasi-yang-populer-di-indonesia.html

https://libera.id/blogs/7-jenis-investasi-terbaik-untuk-startup-anda/

https://www.qoala.app/id/blog/keuangan/investasi/penjelasan-jenis-investasi/

https://money.kompas.com/read/2021/03/17/102908626/6-jenis-investasi-yang-populer-di-indonesia-dari-deposito-hingga-saham?page=all